Kesalahan Umum dalam Mendesain Eksterior Rumah
Kesalahan Umum dalam Mendesain Eksterior Rumah

Kesalahan Umum dalam Mendesain, Anda pasti setuju bahwa desain bagian eksterior mencerminkan gaya dan karakter hunian. Karena itulah, sayang sekali jika dalam perencanaannya terdapat kesalahan mendesain eksterior yang seharusnya memberikan daya tarik bagi siapapun.

Jangan sampai, Anda merupakan salah satu yang keliru mendesain dan mau tidak mau menyebabkan tampilan rumah kurang menarik, bahkan menurunkan nilai properti. Agar tidak salah ambil langkah, Setidaknya ada 5 poin yang seluruhnya dapat diterapkan pada desain rumah modern, klasik, tropical, dan lainnya. Simak selengkapnya dan catat baik-baik.

1. Desain Fasad yang Monoton atau Berlebihan

Kesalahan mendesain eksterior pertama masih kerap terjadi adalah desain fasad yang terlalu sederhana atau justru ramai. Pada desain fasad yang telalu sederhana, biasanya penghuni mempertimbangkan perawatan yang sangat minim dan tidak ingin terlihat dominan. Sebaliknya, desain fasad yang berlebihan adalah representasi antusiasme penghuni menuangkan seluruh ide desain demi menciptakan tampilan menarik.

Sayangnya, kesalahan seperti ini langsung memantik penilaian instan dari setiap orang untuk menganggap apakah rumah memiliki daya tarik atau tidak. Efeknya nilai investasi jangka panjang rumah berpotensi menurun, apalagi jika desain fasad tidak lagi sesuai tren di masa depan. Tentu ini akan sangat merugikan Anda. Oleh karena itu, pastikan desain fasad rumah Anda tetap seimbang sedini mungkin.

2. Pemilihan Warna yang Kurang Harmonis

Saat memilih warna untuk dinding eksterior, Anda mungkin akan menerapkan warna preferensi pribadi. Keputusan ini memang tidak salah, namun sebaiknya ikut pertimbangkan juga beberapa faktor lainnya. Seperti, keharmonisan warna dengan gaya bangunan yang Anda pilih dan teori psikologi warna yang menjelaskan bagaimana warna mempengaruhi persepsi orang.

Kesalahan mendesain eksterior yang paling umum dalam hal ini adalah pemilihan warna yang terlalu mencolok tanpa memerhatikan karakter setiap warna. Jika sudah sampai pada titik ini, hampir bisa dipastikan palet warna tidak senyawa dengan gaya desain bangunan.

3. Menggunakan Material yang Tidak Tahan Lama

Selain aspek estetika, pemilihan material untuk area eksterior yang kurang berkualitas juga cukup mengancam kualitas hunian dalam jangka panjang. Kesalahan umumnya terletak pada kekeliruan menggunakan material tertentu tanpa mempertimbangkan kondisi iklim dan rata-rata cuaca. Misalnya, cat tanpa formulasi khusus eksterior yang diaplikasikan pada rumah yang terpapar matahari instens dan curah hujan tinggi. Tentu cat akan mudah mengelupas, pudar, bahkan membuat dinding berjamur.

Contoh lain yaitu menggunakan jenis semen biasa untuk tahap plester dan acian ketika hunian tepat berada di titik tropis. Efeknya, dinding muncul retak rambut karena pemuaian dan penyusutan material yang kerap terjadi. Bukan hanya estetika arsitektur saja yang menurun, ketahanan dan keamanan hunian juga berpotensi membahayakan Anda sekeluarga.

4. Tata Letak Pintu dan Jendela Kurang Proporsional

Kurang cermat menyeimbangkan antara ukuran dan posisi pintu dan jendela dengan desain rumah adalah kesalahan mendesain eksterior rumah selanjutnya. Dari segi ukuran, pintu dan jendela yang terlalu kecil atau terlalu besar dibandingkan ukuran rumah menciptakan tampilan yang kurang proporsional. Pasti kurang nyaman dilihat, bukan?

Sementara dari aspek peletakan, posisi pintu dan jendela terkadang kurang tepat dengan posisi rumah yang mendapat akses pencahayaan alami dan udara bebas terbanyak. Kedua pertimbangan tersebut hendaknya Anda perhitungkan baik-baik saat merancang desain eksterior. Keuntungannya tentu bukan hanya menciptakan fasad yang estetik secara arsitektur, namun juga bermanfaat bagi Anda sekeluarga dalam jangka panjang.

5. Landscape Tanpa Hijauan

Memusatkan fokus pada desain rumah boleh jadi membuat Anda cenderung mengabaikan area hijau. Padahal, area hijau mampu meningkatkan estetika desain rumah. Area rumah tanpa hijauan justru membuat lansekap hunian terasa gersang dan membosankan tanpa sentuhan natural, meski desain rumah begitu apik. Tanpa tanaman di sekitar, secara psikologis aktivitas Anda berpotensi terganggu stres. Padahal, telah terbukti kontak dengan tanaman mampu menurunkan tingkat stres.

Jadi, tidak hanya sekadar menambah estetika rumah. Adanya area hijau juga memberikan efek menenangkan yang terapeutik. Untuk itu pastikan buat area ini dimana pun Anda inginkan, seperti di teras, area tengah rumah, atau bangun vertical garden. Jika Anda tidak begitu minat dengan tanaman, solusinya bisa dengan menanam dua atau tiga pohon dengang perawatan sederhana. Misalnya pohon ketapang kencana.

Dengan menghindari lima kesalahan mendesain eksterior rumah di atas, bisa dipastikan hunian Anda telah mengantongi daya tarik desain.Oleh karena itu, penting sekali untuk membuat perencanaan yang matang sejak awal mendesain. Anda perlu memahami bagaimana karakter desain rumah, material, dan masih banyak lagi. Perencanaan detail seperti ini tentu melelahkan, terlebih jika Anda awam dalam dunia arsitektur dan desain.

PT. MITRA TEKNIK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *